"Kalau barangnya ada, saya kira tidak masalah dengan Rp20 ribu juga. Masalahnya, sudah mahal, barangnya ga ada," ujar warga Panglejar, Subang Asep kepada TINTAHIJAU.com
Warga mengeluhkan dengan kelangkaan ketersediaan LPG di pasaran tersebut. Mereka menyatakan, peggunaan LPG merupakan kebijakan pemerintah, namun di satu sisi pemerintah belum siap dengan programnya sendiri. "Kita dulu menggunakan kayu, dipaksa harus menggunakan gas. Sekarang kita pakai Gas, justru pemerintah tidak siap dengan stoknya," imbuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar